I. Penyamaran dan Penyelidikan Azuka
(Part 5)
Pelajaran olahraga selesai sudah. Untuk hari ini, Azuka cukup banyak mendapatkan informasi yang diinginkannya. Besok adalah hari terakhir Azuka menyamar sebagai siswa pertukaran pelajar dari Inggris, dan hari Senin depan dia akan datang lagi ke SMA Angel sebagai guru yang akan khusus mengajar di kelas II-E.
“Atsuki, sampai kapan aku mengajar di kelas itu?”, tanya Azuka.
“Aku ngga menargetkan berapa lama kamu harus mengajar mereka. Kalau kamu ngga kerasahan dengan ulah mereka, kamu boleh meninggalkan mereka. Dan kalau sampai hari itu terjadi, aku akan menyerah menghadapi mereka semua.”, ucap Atsuki.
“Aku berharap, aku mampu bertahan menghadapi ulah mereka sampai ulah mereka berubah.”.
Azuka dan Atsuki terdiam sesaat.
“Besok, sekolah akan mengadakan pesta perpisahan buat kamu sebagai hari terakhirmu di Jepang.”.
“Kamu yakin, aku ngga akan ketahuan nantinya?”, Azuka jadi khawatir dengan kemunculannya nanti yang sudah sebagai guru akan mengingatkan siswa-siswi SMA Angel kalau dia dan Amy Hallway adalah orang yang sama.
“Azuka–chan, kamu ngga usah khawatir dengan masalah itu, toh pada akhirnya nanti mereka akan mengetahuinya juga. Malah ada seorang siswa yang akan menjadi perwalianmu udah curiga dengan keberadaanmu di sekolah ini.”, terang Atsuki yang sedang mengakses komputernya.
“Siswa perwalianku katamu? Pasti dia, Kanata Ryuji ‘the hacker’. Aku dengar dari teman-temannya kalau dia senang menyusup ke komputer milik orang lain dan sering kali mencuri data-data sekolah, iya kan?”, resah Azuka, namun dengan mudah disembunyikannya.
Atsuki meng-iya-kannya dan terus mengakses komputernya.
‘Kanata, kamu sangat berbahaya. Apakah kamu masih mengingat teman masa kecilmu ini? Ataukah akan mengingatnya bila aku bertemu denganmu seperti sembilan tahun yang lalu?’, batin Azuka.
Sejenak Azuka mengenang perpisahannya dengan Kanata sembilan tahun yang lalu. Saat itu Azuka akan melanjutkan sekolahnya di Australia karena di Jepang belum ada sekolah yang mau meneriman anak berumur 7 tahun masuk SMP. Kanata menangis tak ingin berpisah dengan Azuka. Azuka pun juga menangis. Saat itu hanya Kanatalah satu-satunya teman yang dimilikinya. Namun, baru setahun berteman mereka harus berpisah.
“Azuka-chan lagi mikirin apa? Kok sedih banget.”. Teguran Atsuki membuatnya terkejut.
“Eh...., ngga ada kok!”, sangkalnya. “Aku hanya memikirkan pesta perpisahan besok. Pasti ini ulah kamu, kan?”, tambahnya.
“Istirahatlah sebentar. Aku pulang dulu, ya? Udah pukul sepuluh nih.”, ucap Atsuki seraya mengoffkan laptopnya.
“Bye....”, ucap Azuka sambil melambaikan tangan kanannya dengan senyum paksaan.
‘Besok, hari terakhirku bersantai-santai sebagai seorang siswa, dan tiga hari lagi aku adalah seorang guru. aku harus menjaga sikap selayaknya seorang guru. kelas II-E, aku akan mengubah kalian menjadi kelas terbaik di SMA Angel ini,’ batin Azuka kemudian tertidur di sofa ruang kerjanya.
(Bersambung ke bab II Part 1...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar