03/10/11

SMA Angel

I. Penyamaran dan Penyelidikan Azuka
(Part 3)


Di kediaman keluarga Hirosima.

“Rencana penyelidikanku gagal terus. Tinggal dua hari nih! Kamu sih, ngga mau bantuin aku.”, Azuka marah pada Atsuki yang hanya enak-enakan bermain piano.

“Sory sayang. Aku lagi memikirkan acara festifal sekolah tahun ini.”.

“Aku serius, Atsuki!”.

Atsuki tetap tidak menghiraukan permohonan Azuka. Dia terus memainkan alunan pianonya sampai selesai.

“Percuma deh, aku ngomong sama kamu kalau sedang main piano. Atsuki menyebalkan!”, Azuka meninggalkan Atsuki sendirian di ruang keluarga seorang diri.

‘Di dunia ini, mungkin aku adalah orang paling sial karena punya sepupu seperti dia.,’ omel Azuka dalam hatinya.

“Atsuki! Aku mau jalan-jalan ke taman! Kamu jangan khawatir! Aku udah hapal jalan-jalan di kota ini! Kamu ngga usah mencari aku kalau aku pulang kemalaman! Urus saja pekerjaanmu sendiri! Bye!!!”, teriak Azuka dari garasi mobil.

Azuka sengaja membawa mobilnya sendiri. Saat ini dia tidak membutuhkan keberadaan seseorang di dekatnya. Dengan sangat hati-hati dibawanya sport car hijau metalik miliknya sendiri, hadiah ulang tahunnya yang ke-16 sebulan lalu dari kedua orang tuanya.

Suasana taman malam itu sangat ramai. Azuka tidak jadi memarkirkan mobilnya di sana dan terus membawanya sampai ke arena permainan hoki.

“Wow!!! Ternyata di tempat ini ada arena permainan hokinya. Aku mau gabung dengan mereka ah.”, Azuka berjalan ke arah sekumpulan remaja sebayanya yang sedang bermain hoki dan meminta pada mereka supaya dia bisa bermain dengan mereka.

“Boleh saja. kebetulan, kami kekurangan satu pemain.”, ujar cowok bertopi cokelat. Sepertinya dia ketuanya.

“Hati-hati ya, nona. Permainan ini lebih keras dari permainan hoki biasanya.”, ujar cowok berbaju putih seakan-akan sengaja menakut-nakutinya.

“Ngga masalah.”.

Akhirnya permainan pun dimulai. Omongan cowok berbaju putih itu benar. Permainan yang mereka mainkan kasar banget. Namun, Azuka dapat menghindari semua itu. Dan hasilnya, kelompok Azuka memenangkan permainan hoki jalanan dengan nilai 10-8.

“Udah malam nih. Aku pulang dulu, ya.”, ucap Azuka pada semuanya dan membawa mobilnya kembali ke rumahnya.

            “Baru kali ini ada cewek seperti dia. Menarik.”, ucap cowok berambut jabrik. Teman-temannya biasa memanggilnya dengan nama “Lee”.

(Bersambung ke Part 4...)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar