20/12/11

12-12-2011

(Aku dan kisahKu di tanggal 12-12-2011)

Hari Senin, tepatnya tanggal 12 Desember 2011, entah apa yang Ku lakukan ketika itu. Seperti biasanya, Aku begadang untuk OnLine (OL), dan tentunya untuk bermain FarmVille (FV) dan Cafe World (CW) sampai waktu tak tertentu, sampai rasa kantuk menjalar ke ujung mataKu. Aku tertidur entah jam berapa. Aku tak sempat melirik jam weker di atas TV-Ku. Aku juga tak sempat meng-Off-kan FaceBook (FB), apalagi laptopKu. Seperti biasanya juga, Aku terbangun kaget mendengar alarm HP-Ku, tapi Ku Off-kan dan tertidur lagi, untuk sesaat. Dan Jenk!!!! Tiba-tiba sensasi perut melilit Ku rasakan. Aku buru-buru bangkit dari tidurKu dan bergegas ke kamar mandi (Ha-ha-ha..... kebiasaan hampir setiap hari nih, ^_^).

Aku melanjutkan OL-Ku yang tertinggal semalam. Memanen tanaman yang Ku tanam di FV-Ku dan menanam kembali tanaman baru. Menghidangkan masakan yang Ku masak di CW-Ku dan memasak lagi menu lainnya. Selesai. Ku putuskan untuk membuka beranda FB-Ku. Tidak ada status yang menarik pikirKu. Akhirnya, Ku putuskan untuk Off sebagai Isnaniah Suhail dan memilih On sebagai 'L.E.C.', nama FB-ku yang lainnya. Ku lakukan sama seperti FB pertamaKu ('L.E.C.' FB keduaKu. Xixixixi....). Tiga jam OL, Aku kembali merasakan kantuk yang teramat sangat. Ku putuskan untuk tidur, padahal, rencana pagi ini Aku mau jalan-jalan ke kampus mengambil copy-an ijasah dan transkrip nilai profesi nersKu yang dilegalisir di akademik fakultasKu (Malazzz banget dah...).

Lagi-lagi aku terbangun kaget. Setengah sadar Aku memikirkan ijasah dan transkrip nilaiKu. Ku lirik jam weker di atas TV-Ku. Sedikit lagi jam 11. Bukannya langsung mandi, Aku malah meng-On-kan TV dan mencari-cari acara yang menarik. Tidak ada. Akhirnya Ku pilih untuk mandi dan merendam handuk dan baju mandiKu yang sudah Ku rencanakan sebelumnya. Kemalasan masih menempel di otakKu. Selesai mandi dan berpakaian rapi, Aku tidak langsung ke kampus. Aku malah asyik-asyikan menonton FTV dan Drama Korea secara bergantian.

Sekitar jam 2an. Tiba-tiba Mama menghubungiKu dan memberi tahukan sebuah kabar yang menggembirakan namun mendebarkan. Kabar menggembirakan cukup Aku, Allah SWT, dan keluarga kecilKu di rumah yang tahu. Kabar yang mendebarkannya, Mama menyuruhKu untuk segera pulang ke Kendari (padahal aku masih di Makassar dan baru rencana pulang tanggal 21-12-2011, terlebih lagi Mama sudah membelikan tiket pesawat, dan Aku tinggal langsung memprintnya di bandara nanti). Ku jawab iya, dan Mama mencarikan Aku tiket pada hari itu juga, tidak peduli berapa pun harganya. Mama menelepon lagi langsung dari travelnya dan berkata "Ada tiket hari ini pemberangkatan jam 16.15. Check In jam 14.45. Ada juga besok pagi, tapi berangkat jam 9. Kalau Mama pikir lebih baik Kamu ambil yang hari ini saja, siapa tahu ada tambahan yang mau dibuat. Siapa tahu juga kalau pesawatnya besok terlambat berangkat.". Aku berpikir sejenak, busyet dah, beberapa jam lagi dan Aku belum mengambil legalisir ijasahKu (OMG!!!). Ku jawab "Iya, yang jam 16.15 mi saja." Mama langsung menutup teleponnya dan meng-SMS-kan kode PINnya agar Aku bisa meminta petugas administrasi maskapainya (di bandara) memprintkannya untukKu.

Tanpa menunda-nunda waktu lagi, Aku pergi ke kampusKu yang tak jauh dari pondokanKu. Untuk mengefisienkan waktu, Ku pilih naik angkot dan akhirnya sampai juga di fakultas. Kecewa Ku rasakan ketika Aku mendapatkan pengurus legalisir fakultas tidak ada di tempat. Ku menunggu dan hampir setiap saat Ku lirik jam tanganKu. Lama juga. Hampir setengah jam Aku menunggu dan akhirnya petugas legalisir pun datang. Ambil. Bergegas kembali ke pondokan dengan naik ojek (efisiensi waktu tentunya).
Ku lirik jam tanganKu. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 14.50, lima menit lewat dari waktu Check In yang ditentukan. Ku satukan belanjaan pesanan Mama menjadi dua plastik besar dan Ku plester rapat-rapat. Ku masukkan beberapa pakaian yang hendak Ku bawa secara acak-acakan, tidak dilipat, sepatu plastik dan sendal, ke dalam tas jinjing sampai penuh. Ku masukkan laptop dan berkas-berkas pentingKu ke dalam tas pelatihan yang pernah Aku ikuti. Ku masukkan peralatan make-up dalam tas selempang yang akan Ku pakai nantinya. Ku lirik lagi jam di atas TV-Ku, pukul 15.30. Ku putuskan untuk mencuci rendaman handuk dan baju mandiKu yang rencananya akan Ku cuci besok, dan menjemurnya di lantai tiga, tempat jemuran umum. Selesai. Kembali ke kamar. Ku lirik lagi jam weker di atas TV, sudah jam 15.45. Kaget. Ku percepat gerakanKu. Pakai kembali baju yang Ku pakai ke kampus. Pakai jilbab. Pakai jam tangan dan gelang. Keluarkan barang-barang. Pakai sepatu kets cokelatKu (rencana mau dipakai Jogging di rumah nantinya). Matikan semua peralatan listrik kecuali kulkas tersayang (masih ad isinya: apel, kopi, teh, gula, sambal, kecap, mie, dan beberapa bungkus snack, T_T). Kunci pintu dan jendela. Gembok. Angkat barang-barang ke lantai bawah (masalah: kamar di lantai 2), tiga kali bolak-balik. None help me (masalahnya: orang-orang lagi pada istirahat di kamarnya masing-masing. Dan lagi pula Aku bisa mengangkatnya sendirian. Kuat gitu loh....). Telepon taksi.

Lima menit menunggu, akhirnya taksi datang juga. "Ke bandara, ya, pak.", ucapKu. Pak supirnya membawa taksinya dengan kecepatan normal. "Pemberangkatan jam berapa?", tanya supir taksi itu. "Jam 16.15, pak.", jawabKu. Pak supirnya langsung tancap gas dan berkata 'Astaga!!! Tinggal 15 menit lagi.' dengan paniknnya. Pak supir itu bilang kalau baru pertama kali dia melihat ada penumpang yang tidak panikan mengetahui keberangkatan pesawatnya tinggal sebentar lagi. Padahal dia (Aku) masih cukup jauh dari bandara, dan belum Check In pula. Ckckckck....

Tiba di bandara, Aku langsung ke bagian maskapai penerbangan Sriwijaya Air, menunjukkan kode PIN, dan mengambil tiketKu. Ku lirik jam tanganKu, pukul 16.10. Mencari porter. Finally, I get him, seorang porter paruh baya. Porter itu menanyakan padaKu waktu pemberangkatanKu dan Ku jawab pukul 16.15. Porter itu kaget dan bergegas mendorong bawaanKu sampai ke tempat Check In. Aku harus berurusan dengan bagian staf maskapainya karena bagasiKu melebihi kapasitas (Bayaran tambahan deh... #_#). Porter itu masih menemaniKu sampai batas troli, dan biasa...., bayar lagi. Bergegas Aku naik ke lantai dua dan berjalan terus sampai ke gerbang 4-6 tanpa bertanya di mana tempat pesawat tumpanganKu berada. Ternyata Aku salah gerbang. Salah seorang petugas di pintu masuk gerbang itu mengatakan kalau Aku salah masuk dan seharus ke gerbang 2 yang berada di depan. Aku pun bergegas lari karena penumpang-penumpang yang lainnya sudah menempati tempat duduknya masing-masing, masih tersisa 3 penumpang yang masih menuju gate 2, termasuk Aku (orang terakhir kedua yang masuk ke dalam pesawat. Ckckckck....). Semuanya Ku lewati dengan tanpa perasaan panik yang Ku rasakan seperti yang di rasakan supir dan porter itu. Akhirnya pesawat berangkat juga dan sampai di tujuan (Bandara Haluoleo) pukul 17. 40. Dan pukul 18.35 Aku tiba di rumah dengan selamat.

Inilah sebagian besar kisahKu pada tanggal 12-12-2011. Dan sebagian kecil kisah lainnya yang tidak cukup menarik tidak Ku tulis dalam kisah ini.

1 komentar: